Kekuatan cinta, 30 nasehat bagi jiwa perindu Nur Ilahi (dari cover)
Seperti judulnya, buku ini berisi 30 nasihat yang berupa cerpen. Semuanya sarat hikmah, insya Allah.
Salah satu kisah yang saya suka dari buku ini, berjudul Kekuatan Cinta, sama dengan judul buku ini.
Alkisah, di pegunungan Andes hidup dua suku. Suku yang satu tinggal di lembah dan suku yang satu tinggal di gunung. Suatu hari, suku gunung menyerbu suku lembah, menjarah sdan memporak-porandakan tempat tinggal suku lembah. Tidak ketinggalan, suku gunung pun menculik seorang bayi.
Suku Lembah yang berniat mengambil kembali bayi tersebut, mengirim prajurit-prajurit pilihannya untuk pergi ke gunung. Tapi sayang, mereka tidak mengerti bagaimana cara mendaki gunung. Segala upaya telah dilakukan, namun mereka tetap gagal. Karena putus asa, mereka pun memutuskan untuk pulang ke desa. Di perjalanan pulang, mereka terkejut ketika melihat ibu dari bayi yang diculik itu sedang menuruni gunung sambil menggendong bayinya.
Mereka terkejut. Seorang ibu yang fisiknya tidak terlatih seperti prajurit-prajurit itu, mampu membawa kembali bayinya dalam keadaan selamat.
Seorang prajurit pun bertanya, "Wahai Ibu, mengapa Engkau bisa mengambil bayi tersebut, padahal kami yang prajurit terlatih saja tidak bisa."
Sang Ibu hanya mengangkat bahu dan berkata," Sebab bayi yang diculik itu bukanlah bayimu. Dan kalian belum pernah menjadi ibu"
Sebenarnya ada dua hal yang menarik dari perkataan sang ibu.
Sebab bayi yang diculik itu bukanlah bayimu.
Kalimat ini mengandung makna implisit tentang cinta sang ibu kepada anaknya. Karena bayi itu adalah anaknya, yang membuatnya mau untuk mengerahkan keberaniannnya demi mengambil anaknya kembali. Karena ia mencintai anaknya.
Dan kalian belum pernah menjadi ibu.
ya,seseorang tidak akan pernah memahami perasaan orang lain kecuali ia telah berada di posisi orang tersebut. mungkin contoh nyata adalah ketika kita masih kecil, dan orang tua kita tekesan selalu mengatur kita dengan segala macam aturan. Ketika itu, tak sebersitpun pikiran bahwa itu demi kebaikan kita. Tapi ketika kita telah dewasa dan berkeluarga (atau minimal seperti saya, belum berkeluarga tapi punya banyak adik sepupu :D) kita baru memahami mengapa para orang tua mengatur kita.
Masih banyak kisah lainnya di buku ini, dan cinta yang dibahas, bukanlah cinta horizontal, melainkan cinta vertikal, cinta kepada Sang Khalik yang ada di setiap peristiwa ^^
yah,,begitulah. tulisannya ga nyambung kayak biasa :P
Saturday, November 8, 2008
Kekuatan Cinta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 tanggapan:
Post a Comment